Tepung Mocaf Alternatif Pengganti Terigu
Singkong atau ubikayu (Manihot esculenta)
merupakan tanaman tropis yang berasal dari Brasil, Amerika Selatan.
Singkong merupakan salah satu sumber energi kaya karbohidrat walau
memiliki kadar protein rendah. Oleh karena itu singkong menjadi makanan
pokok di beberapa negara afrika termasuk beberapa wilayah Indonesia. Singkong
dikenal ada dua macam, yaitu singkong kuning dan singkong putih.
Singkong kuning sering disebut singkong mentega. Singkong putih memiliki
susunan lebih padat dan keras, singkong ini lebih tepat untuk
keripik. Singkong ini saat dimasak cenderung lembut dan pulen, layaknya
mentega. Singkong rebus enak disantap sebagai pengganti kentang atau
sebagai pelengkap masakan. Bila diolah menjadi tepung, singkong dapat
digunakan sebagai pengganti tepung terigu.
Selain
itu, singkong juga mengandung bahan tertentu yang bermanfaat bagi
industri dan pakan ternak, karena mengandung air sekitar 60 %, pati
sekitar 25-35 %, protein, mineral, serat, kalsium dan fosfat. Singkong
merupakan sumber energi yang lebih tinggi dibanding padi, jagung,
ubijalar dan shorgum. Singkong mengandung HCN (asam sianida) yang
terdapat di dalam umbi dan daun. Untuk keperluan makanan dan pakan
ternak digunakan singkong berkadar HCN rendah atau kurang dari 50 ppm (1 mgper liter), singkong berkadar HCN tinggi digunakan sebagai bahan industri.
Mocaf
(Modified Cassava Flour) atau tepung singkong hasil modifikasi sebagai
produk olahan terbaru dari singkong juga merupakan temuan pertama di
dunia, karena mocaf sanggup mengganti kebutuhan tepung gandum yang
selama ini masih di impor. Untuk membuat 1 kg mocaf diperlukan 3 kg
singkong segar dan untuk membuat 1 kg mie misalnya, mocaf mampu
mensubstitusi 50 % tepung gandum atau terigu. Sementara untuk membuat kue, terigu bisa diganti seluruhnya oleh mocaf.
Prinsip
pembuatan mocaf adalah dengan memodifikasi sel ubikayu secara
fermentasi, sehingga menyebabkan perubahan karakteristik yang lebih baik
dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan
gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut. Secara umum proses
pembuatan mocaf meliputi tahap-tahap penimbangan, pengupasan,
pemotongan, perendaman (Fermentasi), pengeringan, penepungan dan
pengayakan.
Selama
proses fermentasi terjadi penghilangan komponen warna, seperti pigmen
(khusus singkong kuning) dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika
pemanasan. Dampaknya adalah warna Mocaf yang dihasilkan lebih putih
jika dibandingkan dengan warna tepung ubikayu biasa juga tidak berbau
(netral). Selain itu, proses ini akan menghasilkan tepung yang secara
karakteristik dan kualitas hampir menyerupai tepung terigu sehingga
produk Mocaf sangat cocok untuk menggantikan bahan terigu untuk
kebutuhan industri makanan.
Sejak
diperkenalkan 2 tahun lampau, industri mocaf tumbuh diberbagai daerah
seperti Pati dan Magelang di Jawa Tengah, Ciamis dan Sukabumi Jawa Barat
serta Trenggalek di Jawa Timur, mereka umumnya industri skala rumahan yang membangun sarana produksi di lahan 60 m2. Hingga sekarang mereka belum sanggup memenuhi tingginya permintaan.
Nilai mocaf luar biasa besarnya, sebab aroma dan citarasa mocaf setara
terigu. Seluruh kebutuhan terigu kita yang mencapai 6 juta ton per
tahun mengandalkan impor. Dengan ditemukannya mocaf, diharapkan
mengurangi arus devisa ke mancanegara.
Mocaf
merupakan inovasi dan peluang baru dalam agroindustri khususnya tanaman
singkong/ubikayu, karena bahan baku mudah didapat dimana saja, harganya
murah, pengolahannya relatif mudah, permintaan banyak dari produsen
kue, mie dan penganan lainnya sehingga produsen kewalahan dan tidak
terlayani mengingat keterbatasan sarana dan prasarana karena skala usahanya kebanyakan masih bersifat skala rumah tangga (Home Industry).
Oleh
karena itu, pengolahan hasil pertanian dengan dibuat menjadi berbagai
produk hasil olahan merupakan salah satu alternatif bentuk pengawetan,
persediaan bahan pangan dan dapat meningkatkan nilai tambah dari produk
olahan tersebut.
Pembuatan Tepung Mocaf dengan Starter Bimo CF
Singkong
merupakan jenis umbi yang dapat dibuat tepung dan pati agar olahan umbi
tahan lama dan mudah disimpan. Tepung dan pati merupakan dua produk
berbeda, baik dari cara pembuatan maupun pemanfaatannya. Namun
masyarakat sering menganggap bahwa tepung dan pati itu sama saja.
Pembuatan tepung pada prinsipnya adalah mengubah bentuk umbi segar
menjadi butiran halus yang kering, sedangkan pembuatan pati dilakukan
dengan mengambil sari dari umbinya. Jadi, pembuatan tepung tidak
menyisakan limbah padat, sedangkan pembuatan pati menyisakan limbah padat atau ampas.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tepung mocaf, antara lain :
1. Pengupasan dan pencucian
Singkong yang akan digunakan sebagai bahan baku tepung kasava (mocaf) harus cukup umur berkisar 8-10
bulan dipanen. Singkong yang sudah terpilih dikupas kulitnya kemudian
di cuci hingga bersih menggunakan sikat, agar kotoran yang menempel pada
umbi menjadi bersih kemudian rendam dalam air bersih.
2. Perajangan / Penyawutan
Singkong
yang telah dicuci kemudian dirajang menjadi bentuk chip (irisan
melintang yang tipis) dengan ketebalan 1-1,5 mm atau singkong disawut
(Gangsor /isrud-Sunda). Pengirisan/penyawutan bertujuan untuk mempermudah dalam pengeringan chip/sawut singkong.
3. Fermentasi dengan Starter BIMO-CF
Proses
fermentasi dengan starter ini sangat menentukan keberhasilan dalam
pembuatan tepung kasava Bimo (mocaf), karena tanpa melalui proses
fermentasi, maka tepung yang dihasilkan bukan mocaf tetapi tepung kasava
biasa. Starter yang digunakan untuk perendaman /fermentasi dosisnya 10
gram per 10 liter air per 10 kg singkong segar. Jadi kalau kita ingin
membuka industri pembuatan mocaf, setiap satu ton singkong diperlukan 1
kg starter BIMO-CF. Selama
proses fermentasi terjadi penghilangan komponen warna, seperti pigmen
(khusus singkong kuning) dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika
pemanasan. Dampaknya adalah warna Mocaf yang dihasilkan lebih putih
jika dibandingkan dengan warna tepung ubikayu biasa juga tidak berbau
(netral). Selain itu, proses ini akan menghasilkan tepung yang secara
karakteristik dan kualitas hampir menyerupai tepung terigu sehingga
produk Mocaf sangat cocok untuk menggantikan bahan terigu untuk
kebutuhan industri makanan. Fermentasi dilaksanakan selama 12 jam.
4. Pengepresan
Singkong
yang telah mengalami perendaman/di fermentasi diangkat kemudian di
tiriskan lalu dipres agar airnya berkurang. Hal ini dapat mempercepat
proses pengeringan chips/sawutan singkong. Alat yang digunakan untuk
mengepres adalah spinner, dengan kekuatan listrik sehingga spinner
berputar dan air yang terkandung dalam massa singkong keluar dan
mengalir melalui lubang pembuangannya, sehingga singkong menjadi
sepa/kesat.
5. Pengeringan
Singkong
yang telah di pres kemudian dijemur pada sinar matahari efektif selama
dua hari hingga singkong mudah patah apabila diremas. Proses pengeringan
dapat juga dilakukan dengan oven dengan suhu 50 derajat Celsius, cara
ini digunakan apabila cuaca hujan. Kualitas terbaik adalah pengeringan
dengan sinar matahari.
6. Penepungan dan Pengayakan
Setelah
chp/sawutan singkong kering, langkah selanjutnya adalah dimasukkan
kedalam mesin penepung apabila kapasitas dan volumenya banyak. Tingkat
kehalusan tepung adalah 100 mesh.Selain dengan mesin penepung untuk
kapasitas sedikit dapat digunakan alat penumbuk batu/kayu
(Jubleg-Sunda), dengan alat ini untuk mencapai tingkat kehalusan 100
mesh perlu diayak dengan kalo/pengayak tepung.
7. Pengemasan
Agar
tepung mocaf dapat tahan lama, maka perlu dikemas dalam kantong plastik
kedap udara yang menarik agar konsumen tertarik untuk membelinya.
Langkah Kerja Membuat Tepung Mocaf
- Pilih singkong yang masih segar dan cukup umur (umur panen 8-12 Bulan)
- Kupas singkong buang kulit dan bagian yang tidak digunakan
- Cuci dengan air bersih rendam dengan air bersih
- Masukkan singkong ke mesin perajang/pengiris hingga menjadi chip berketebalan 1-1,5 mm atau mesin penyawut
- Masukkan kedalam bak perendam atau jolang besar
- Rendam chip/sawut singkong basah dalam larutan starter Bimo-CF selama 12 jam
- Angkat dan tiriskan pada keranjang agar air turun
- Pres singkong tadi dengan menggunakan spinner
- Keringkan di bawah sinar matahari
- Masukkan ke mesin penepung agar menjadi tepung halus (100 mesh)
- Kemas tepung mocaf dalam kemasan plastik kemudian tutup rapat
- Tepung mocaf siap dipasarkan atau diolah lebih lanjut.
Tahapan pembuatan tepung mocaf
Ada
2 tahap pembuatan tepung mocaf yaitu bakteri asam laktat ”Merusak”
granula pati dan dinding sel umbi singkong, Perusakan itu justru
berdampak baik lantaran mengubah struktur sel dan karakteristik
singkong. Setelah 8 jam fermentasi, singkong yang semula berbau tajam berubah
struktur, kekentalan dan daya rehidrasi. Tepung yang dihasilkan pun
mudah larut. Menurut Dr. Achmad Subagio, peneliti mocaf dari Universitas
Jember Jatim, bahwa : ”Citarasa menjadi netral-bau dan rasa singkong
hilang sampai 70 %”. Semua jenis singkong dapat diolah menjadi mocaf.
Namun, yang terbaik adalah singkong yang berkadar asam sianida rendah,
kurang dari 1 %.
Sianida
menyebabkan rasa pahit, jika kadar sianida rendah, mudah dibuang saat
proses fermentasi sehingga citarasa pahit pada tepung tidak terlalu
kuat. Berdasarkan hasil penelitian Achmad, tepung modifikasi terbaik
dihasilkan dari umbi singkong berumur 8 – 12 bulan.
Tepung
terbaik juga dihasilkan dari singkong tanpa bercak hitam, sebab
kerusakan itu mengurangi derajat keputihan tepung. Umur singkong sangat
menentukan rendemen dan kualitas tepung. Rendemen singkong muda amat
rendah dan sebaliknya, itu karena bobot kering singkong juga rendah.
Singkong yang terlalu tua rendemen relatif lebih tinggi, tetapi
viskositas tepung singkong tua lebih tinggi. Setelah dicuci dan diiris
setebal -1,5 mm, singkong dimasukkan kedalam karung bobot sebuah karung
20-25 kg. Kantong plastik transparan juga dapat digunakan sebagai wadah,
tetapi harus berlubang-lubang permukaan plastik dengan ujung paku yang
dibakar.Tujuan lubang agar seluruh permukaan singkong terendam dalam
larutan bakteri asam laktat selama fermentasi berlangsung. Irisan
singkong direndam dalam air yang telah ditambah dengan senyawa aktif
dari starter Bimo-CF untuk memacu pertumbuhan mikroba.
Pengatur pH
Jika menggunakan 1 m3
air tanah, tambahkan 1 sendok teh senyawa aktif. Jika yang digunakan
air gunung setiap 1 meter kubik air itu membutuhkan satu sendok makan
senyawa aktif yang berisi mineral, nutrisi dan pengatur pH agar kurang
dari 5. Bila semua irisan singkong terendam semua tambahkan senyawa
aktif B, yakni starter fermentasi terdiri atas media kultur dan mikroba.
Untuk membuat senyawa aktif B, rendamlah 1 ons irisan singkong segar
dalam air yang telah dicampur masing-masing 1 sendok teh enzim dan
kultur mikroba. Perendaman selama 24-30 jam untuk menghasilkan senyawa
aktif B. Senyawa aktif B dapat digunakan sekaligus untuk 1 meter kubik
air lama perendaman 8-10 jam. Irisan singkong kemudian dipindahkan ke
larutan C berisi garam dan kapur. Pemindahan itu untuk menaikkan pH
sekaligus menghentikan proses fermentasi. Dosis larutan C hanya 1 sendok
maka per meter kubik air, lama perendaman Cuma 10 menit. Setelah itu
singkong dikeringkan dan digiling. Tepung hasil penggilingan diayak
ukuran minimal 80 mesh ukuran yang paling bagus adalah 100 mesh. Hasil
saringan itu dikemas dengan dua lapis karung plastik Polipropilene (PP)
atau Polietilene (PE) yang baik, bersih dan memenuhi syarat ekspor. Tepung itulah yang digunakan oleh para produsen kue, mie dan penganan lain.
Keunggulan Tepung Mocaf:
- Bebas gluten, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita obesitas, penderita penyakit gula, dll.
- Mengandung serat tinggi
- Mengandung Kalsium tinggi
- Tekstur lembut
Tepung Mocaf cocok untuk aneka produk :






DIAGRAM ALIR PEMBUATAN TEPUNG MOCAF
Prospek Pengembangan
Tepung
mocaf memiliki prospek pengembangan yang bagus, pertama dilihat dari
ketersediaan singkong sebagai bahan baku yang berlimpah sehingga
kemungkinan kelangkaan produk dapat dihindari karena tidak tergantung
dari impor seperti gandum; kedua yaitu harga tepung mocaf relatif lebih
murah dibanding dengan harga tepung terigu maupun tepung beras, sehingga biaya pembuatan produk dapat lebih rendah. Harga Mocaf berkisar antara Rp.
4.500 – Rp 5.500/kg. Sedangkan terigu Rp 7.000/kg dan yang ketiga
adalah pasar lokalnya sangat prospektif karena begitu banyak industri
makanan yang menggunakan bahan baku tepung. Dari beberapa alasan di atas
dapat disimpulkan bahwanlahirnya teknologi produksi tepung Mocaf
membuka Peluang Bisnis besar. Keberadaan tepung mocaf sebagai alternatif dari tepung terigu akan bermanfaat bagi industri pengolahan Makanan Nasional. Jenis
dan karakteristik yang hampir sama dengan terigu, namun dengan harga
yang jauh lebih murah membuat tepung mocaf menjadi pilihan yang sangat
menarik.
Sumber :http://badiklatda.jabarprov.go.id
Cara Membuat Tepung Mocaf dengan Enzim PT KIPTI
Rabu, 31 Maret 2010

Motekap kini menjadi merek dagang yang dipergunakan oleh group PT KIPTI, Adapun proses pembuatan tepung Motekap adalah sebagai berikut:
- Cuci bersih singkong agar tanah atau kotoran tidak menempel
- Singkong dikupas dan lapisan kulit singkong yang berwarna cokelat di buang, umbinya sebaiknya direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna.
- Setelah dikupasdan bersih, singkong di iris tipis-tipis sebesar 2 - 3 cm
- Rendam singkong dalam larutan Enzim dengan dosis 5 ml/liter air. seluruh bagian singkong harus terendam, rendam selama 7 s/d 8 jam, Enzim bisa diperoleh dari PT KIPTI, yang membuat sendiri enzim nya.
- Lalu Singkong di tiriskan
- Jemur di terik matahari sampai kering, kadar air 12 - 14 %, biasanya memakan waktu 2 - 3 hari, alas penjemuran bisa menggunakan anyaman bambu.
- Jika menggunakan mesing pengering dari PT KIPTI yg di ciptakan oleh Ir. Harsisto dalam satu hari dapat mengeringkan 1 ton singkong dan tersedia pula mesin untuk kapasitas 30 ton per hari.
- Setelah kering irisan singkong digiling dengan mesin penepung, bisa menggunakan penepung beras.
- Lalu gunakan ayakan penyaring dengan saringan 60 mesh agar butiran tepung lebih halus.
- Selesai, tepung siap digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.
Setelah
menjadi tepung bisa digunakan sebagai pengganti dan atau campuran
terigu untuk pembuatan mie
kering/basah-bihun-pempek-baso-krupuk-brownies-bolu-kue lapis-kue
kering-nastar-cke-cookies-roti tawar-sus kering-kaastangels-ayam goreng
kentucky dan aneka gorengan. Aman untuk para penderita diabetes dan
autis.
Sumber: http://kipti.blogspot.com/
.
Kini telah ditemukan cara cepat membuat tepung Mocaf ini:
Mocaf: Fermentasi 1 Jam
Istanbul,
Turki, pertengahan Desember 2009. Daniel Gyurta, perenang berkebangsaan
Hungaria, mencetak rekor dunia baru renang 200 m gaya dada putra dengan
catatan waktu 2 menit 00,67 detik. Itu lebih cepat 1,31 detik di
banding rekor perenang Australia, Christian Sprenger, 5 bulan
sebelumnya. Makin ringkasnya waktu juga terjadi pada proses fermentasi
mocaf. Jika semula butuh 7 - 8 jam, kini cukup 1 jam.
Proses
fermentasi modified cassava flour (mocaf) selama 7 - 8 jam melibatkan 3
kali penambahan bakteri alias enzim. Enzim pertama berfungsi
menetralisir air agar nyaman bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang
biak. Enzim kedua, berfungsi merombak pati dan dinding sel singkong.
Sementara enzim ketiga bertugas menghentikan fermentasi. Ada juga proses
yang hanya memanfaatkan 1 kali penambahan bakteri, tapi waktu
fermentasi relatif sama: 7 - 8 jam.
Di tangan Ir Iskandar Mamoen
MS, periset di Departemen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas
Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, proses fermentasi mocaf lebih cepat,
cukup 1 jam. Penambahan mikroba, Iskandar menyebutnya bioaktivator, pun
cukup sekali. Iskandar yang meriset pemanfaatan bioaktivator untuk
proses fementasi mocaf sejak Maret 2009, menyebut tepung buatannya itu
sebagai motes alias modifikasi tepung singkong.
Peran enzim selulase
Iskandar
menggunakan bioaktivator berupa kumpulan beberapa spesies mikroba.
Sebut saja Lactobacillus sp, selubizing phospate bacteria - bakteri
pelarut fosfat, Azetobacter sp, dan ragi. Iskandar enggan menyebutkan
asal isolasi bakteri itu. Mikroba-mikroba itu menghasilkan asam laktat
yang berperan dalam meningkatkan proses dekomposisi atau pemecahan
lignin dan selulosa. Selain asam laktat, bioaktivator menghasilkan enzim
selulase.
Prof Ir Haryadi MAppSc PhD, guru besar Teknologi
Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta, menduga percepatan fermentasi menjadi 1 jam
karena adanya enzim selulase itu. Enzim itu berperan mendegradasi
selulosa yang membungkus pati ubikayu. 'Kombinasi asam laktat dan enzim
selulase memungkinkan proses fermentasi terjadi dalam waktu 1 jam,'
ungkap Haryadi.
Tanpa pemecahan selulosa, proses pengolahan
singkong sekadar menghasilkan tepung gaplek. Aroma singkongnya pun masih
menyengat. Dengan fermentasi menggunakan asam laktat tidak hanya
didapat mocaf yang bertekstur halus - karena selulosa hancur - tapi juga
aroma singkong hilang dan warna tepung putih.
Sementara menurut
Dr Achmad Subagio MAgr dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas
Teknologi Pertanian Universitas Jember, Jawa Timur, proses fermentasi
mocaf selama 1 jam tak memungkinkan. Musababnya mikroba yang
dipergunakan tak bisa langsung bekerja mendegradasi selulosa. 'Mikroba
mulai bekerja setelah 3 - 4 jam. Pada 1 jam pertama mikroba mirip bayi
belum bisa beraktivitas,' ungkap doktor kimia pangan alumnus Osaka
Prefecture University itu.
Hasil riset Iskandar menunjukkan
pemakaian bioaktivator untuk pembuatan tepung mocaf selama ?? jam tak
memberikan hasil optimal. 'Ketika digiling, serat singkong masih banyak
yang panjang dan kasar,' ungkap Iskandar. Serat belum terdegradasi
sempurna oleh mikroba. Perlakuan lebih dari 1 jam menyebabkan singkong
terlalu lembek sehingga tak layak dijadikan tepung.
Rendemen naik
Tak
hanya waktu fermentasi yang lebih singkat, jumlah rendemen pun
meningkat menjadi 40%, sebelumnya 30 - 33%. Biasanya untuk menghasilkan 1
kg tepung mocaf diperoleh dari 3 kg singkong. 'Dengan bioaktiviator, 1
kg tepung mocaf cukup dihasilkan dari 2,5 kg singkong yang telah
dikupas,' ungkap Iskandar. Untuk fermentasi 1 ton singkong segar cukup
dibutuhkan 1 liter bioaktivator seharga Rp35.000. Menurut Dr Solihin
dari Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang, Jawa
Timur, kadar air singkong saat panen menentukan rendemen tepung mocaf.
Semakin tinggi kadar air maka rendemen mocaf semakin rendah.
Proses
fermentasi yang lebih cepat dan rendemen meningkat pada gilirannya
berpengaruh pada biaya produksi. Jika pada proses fermentasi 7 - 8 jam
menghabiskan biaya Rp2.500 - Rp3.000 untuk menghasilkan 1 kg mocaf, maka
pada pada fermentasi 1 jam ongkosnya cukup Rp2.000 - Rp2.100. (Faiz
Yajri)
Ilustrasi pembuatan tepung Mocaf Cepat:
Sumber : Majalah Trubus
terimaksih infonya mba, saya mau nyoba bikin.
BalasHapusPerkenalkan saya Sukani,saya memproduksi tepung mocaf ,saya ingin bekerjasama dalam meningkatkan hasil produc kami dalam bentuk pemasarannya, hub,085798579777
BalasHapusEmail, uzeeuzenk@gmail.com
Dimana bisa dibeli zbimo CF
BalasHapus